Menu Close

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH WASIL KEDIRI

Keberadaan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Kediri, yang sekarang dikenal dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, berawal dari munculnya gagasan para tokoh masyarakat Jawa Timur pada tahun 1961. Gagasan itu berupa keinginan untuk memiliki Perguruan Tinggi Agama Islam yang bernaung di bawah Departemen Agama Republik Indonesia. 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Timur pada tahun itu juga mengadakan pertemuan di Jombang, Jawa Timur. Pertemuan yang bersejarah tersebut menghasilkan beberapa keputusan, antara lain:

  1. Membentuk Panitia Pendirian Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) 
  2. Mendirikan Fakultas Syariah di Surabaya 
  3. Mendirikan Fakultas Tarbiyah di Malang

Selanjutnya, pada tanggal 28 Oktober 1961 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1961, diresmikan berdirinya 2 (dua) fakultas, yaitu Fakultas Syariah di Surabaya yang dipimpin oleh Prof. K.H.M. Syafi’i Karim dan Fakultas Tarbiyah di Malang yang dipimpin Prof. Mr. Koesnoe. Kemudian, pada tanggal 1 Oktober 1964, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kompartemen Urusan Agama Nomor 66 Tahun 1964, diresmikan Fakultas Ushuluddin di Kediri yang dipimpin oleh K.H. A. Zaini.

Pada saat diresmikan, ketiga fakultas tersebut belum memiliki fasilitas yang diperlukan seperti gedung, ruang kuliah, perkantoran dan segala prasarana penunjangnya. Oleh karena itu, atas saran dan partisipasi para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, Fakultas Syariah ditempatkan di Gedung Taman Pendidikan Putri Nahdlatul Ulama di Jl. A. Yani 2-4 Wonokromo, Surabaya. Sedangkan Fakultas Tarbiyah Malang ditempatkan di Gedung Tarbiyah wa Ta’lim NU, Jl. Dinoyo Malang dan Fakultas Ushuluddin Kediri ditempatkan di gedung SMAN 1 Jl. Veteran, Kediri.

Pada tanggal 5 Juli 1965, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 1965, ketiga fakultas tersebut diresmikan sebagai Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel yang berkedudukan di Surabaya. Nama Sunan Ampel diambil dari nama seorang wali yang amat terkenal yang sangat melekat di hati masyarakat Islam Jawa Timur.

Pada kurun waktu 1966-1970 IAIN Sunan Ampel tumbuh dengan pesat. Tiga fakultas yang ada berkembang menjadi 18 fakultas di daerah-daerah yang tersebar di tiga provinsi: Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat. Namun pada akhir periode 1971-1975, akreditasi kualitas fakultas di IAIN Sunan Ampel mulai dilaksanakan. Hasilnya, lima fakultas yang berlokasi di Bangkalan, Pasuruan, Lumajang, Sumbawa dan Bima dengan terpaksa ditutup dan digabungkan dengan fakultas sejenis yang domisilinya berdekatan dengan fakultas-fakultas tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1985, satu fakultas lagi dilepas, yaitu Fakultas Tarbiyah Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, yang selanjutnya diserahkan kepada IAIN Antasari di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Bersamaan dengan itu, Fakultas Tarbiyah Bojonegoro dipindahkan ke Surabaya. 

Fakultas Ushuluddin Kediri pada mulanya menyelenggarakan Program Sarjana Muda (BA). Karena tuntutan dan perkembangan masyarakat sekitarnya untuk mendapatkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maka dibuka Program Doktoral (Sarjana Lengkap) Jurusan Perbandingan Agama (PA), dan selanjutnya pada tahun 1994-1995 dibuka Program Studi Tafsir Hadits. 

Atas dasar tuntutan efisiensi, efektifitas dan kualitas pendidikan, maka perlu dilakukan penataan fakultas-fakultas yang berlokasi di luar IAIN induk. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 berdirilah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) sebagai nama pengganti dari fakultas-fakultas cabang yang berada di luar IAIN induk pada beberapa IAIN di seluruh Indonesia, termasuk Fakultas Ushuluddin Kediri IAIN Sunan Ampel. 

Selama dua dekade terakhir, STAIN Kediri telah menjelma menjadi PTKIN yang patut diperhitungkan di tingkat nasional. Terbukti selama 3 tahun berturut turut sejak 2016-2018, STAIN Kediri memperoleh penghargaan sebagai perguruan tinggi paling diminati untuk level Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri se-Indonesia. 

Jumlah program studi yang dikelola juga bertambah dari tahun ke tahun. Pada awal berdiri tahun 1997 mengelola 2 jurusan dan 4 program studi, pada tahun 2020 STAIN Kediri telah mengelola 21 program studi S1 dan 7 program studi S2 dalam 4 fakultas. 

Untuk memperluas rumpun Ilmu Agama Islam dan memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat, maka pada tahun 2018, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri secara resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Perubahan ini berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 26 Tahun 2018. Kemudian seiring berkembangnya kelembagaan IAIN Kediri dan setelah melewati proses yang panjang maka pada tanggal 8 Mei 2025 IAIN Kediri resmi berubah bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri.

UIN Syekh Wasil Kediri telah berubah dan berkembang menjadi 5 Fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan program Pascasarjana. Pada tahun 2025, UIN Syekh Wasil Kediri telah memiliki 25 Program Studi S1, 1 Program Studi Profesi, 7 Program Studi S2 dan 1 Program Studi S3.

Visi. Misi, dan Tujuan

Visi
Universitas unggul bertaraf Internasional dalam pengembangan ilmu keIslaman, sains dan ke-Indonesia-an.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berkualitas, dan professional berbasis teknologi.
  2. Menyelenggarakan penelitian untuk mengembangkan ilmu keislaman, sains dan ke-Indonesia-an.
  3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat berlandaskan ilmu keislaman, sains dan ke-Indonesia-an.
  4. Mengintegrasikan ilmu keislaman, sains dan keindonesiaan.
  5. Menjalin kerjasama tingkat Nasional dan Internasional dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  6. Menyelenggarakan tatakelola pendidikan tinggi yang unggul professional dan akuntabel.
  7. Meningkatkan akses pendidikan tinggi dan daya saing Nasional dan Internasional

Tujuan

  1. Terselenggaranya pendidikan dan pengajaran yang berkualitas didukung fasilitas pembelajaran yang representatif menghasilkan lulusan yang berkualitas, menguasai ilmu keislaman berbasis iptek, mampu menerapkan nilai-nilai Islam, berdaya saing tinggi, memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship) dan cinta tanah air.
  2. Meningkatnya kajian-kajian dan penelitian yang menunjang pendidikan dan kemajuan ilmu serta teknologi yang berbasis keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan.
  3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pengabdian masyarakat, serta terciptanya optimalisasi tata kelola lembaga yang sesuai dengan perkembangan zaman serta meningkatnya manajemen yang transparan dan berkelanjutan.
  4. Terciptanya jejaring dan kerja sama dengan lembaga lainnya dari dalam dan luar negeri dalam rangka mewujudkan kampus Islam bertaraf internasional.
  • Beasiswa Prestasi Non-Akademik
  • Beasiswa Tahfidz
  • Beasiswa Kitab Kuning
  • Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

 

Gedung dan fasilitas Kampus UIN Syekh Wasil Kediri adalah sebagai berikut: 

  1. Gedung Rektorat 
  2. Gedung Fakultas Ushuludin dan Dakwah 
  3. Gedung Fakultas Tarbiyah 
  4. Gedung Fakultas Syariah 
  5. Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 
  6. Gedung Pascasarjana 
  7. Gedung Perpustakaan 
  8. Gedung Ma’had Al Jami’ah 
  9. Gedung Sport Center 
  10. Gedung Student Center 
  11. Gedung Perkuliahan Terpadu 
  12. Mushola Kampus 
  13. Ruang Rektor dan Ruang Wakil Rektor 1, 2 dan 3 
  14. Ruang Kepala Biro AUAK 
  15. Ruang Bagian Umum, Tata Usaha, dan Kepegawaian 
  16. Ruang Bagian Akademik & Kemahasiswaan 
  17. Ruang Bagian Keuangan dan Perencanaan 
  18. Ruang Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) 
  19. Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) 
  20. Ruang UPT Bahasa 
  21. Ruang UPT TIPD
  22. Ruang Server 
  23. Ruang Sidang 
  24. Ruang Dosen 
  25. Ruang Aula lantai II dan IV 
  26. Ruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) 
  27. Ruang International Office 
  28. Laboratorium Psikodiagnostik 
  29. Laboratorium Psikologi Terapan 
  30. Laboratorium Komunikasi (KAKA TV / KAKA FM) 
  31. Laboratorium Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 
  32. Laboratorium Tasawuf dan Psikoterapi 
  33. Laboratorium Ilmu Hadits 
  34. Laboratorium Studi Agama-Agama 
  35. Laboratorium Sosiologi Agama 
  36. Laboratorium Micro Teaching 
  37. Laboratorium Pendidikan Agama Islam 
  38. Laboratorium Pendidikan Bahasa Arab (SAC) 
  39. Laboratorium Bahasa Inggris (SLC) 
  40. Laboratorium Matematika 
  41. Laboratorium Manajemen Pendidikan Islam 
  42. Laboratorium Fisika 
  43. Laboratorium Kimia 
  44. Laboratorium Biologi 
  45. Laboratorium IPA 
  46. Laboratorium Peradilan Semu 
  47. Lab. Mahkamah Konstitusi 
  48. Lab. Prodi. HKI 
  49. Lab. Prodi. HES 
  50. Lab. Prodi. HTN 
  51. Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) 
  52. Lajnah Bahtsul Masa’il (LBM) 
  53. Lajnah Falakiyyah 
  54. Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Puskumham) 
  55. Laboratorium Tax Center 
  56. Laboratorium Mini Bank 
  57. Gudang dan Pusat Kendali CCTV 
  58. Ruang ATM Bank BRI 
  59. Koperasi  Mahasiswa 
  60. Koperasi Karyawan 
  61. Parkir Mobil 
  62. Parkir Motor 
  63. Lapangan Bulutangkis 
  64. Lapangan Futsal 
  65. Panjat Tebing 
  66. Lapangan Bola Volley 
  67. Kantin 
  68. Layanan Kesehatan kampus
  1. Lembaga Pers Mahasiswa Dedikasi 
  2. Pecinta Alam (Mahaspala)
  3. Pengembangan Intelektual 
  4. Gender 
  5. Teater Kanda 
  6. Kerohanian 
  7. Olahraga Unikmor 
  8. Fotografi FOSTER 
  9. Pramuka 
  10. Musik Amoeba 
  11. Beladiri PSHT 
  12. Advokasi 
  13. PMI

UIN Syekh Wasil Kediri terletak di Jalan Sunan Ampel No. 7, Ngronggo, Kediri, Jawa Timur. Lokasi ini secara administratif berada di Kelurahan Ngronggo dan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Dalam lokasi yang berada di dua kelurahan ini dibangun beberapa gedung dan sarana pendidikan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Lokasi ini menjadi strategis bagi kegiatan pendidikan karena berada satu lokasi dengan SDN Ngronggo 5, MTsN 2 Kota Kediri, dan MAN 1 Kota Kediri, serta beberapa Pondok Pesantren.

Berpikir untuk belajar di PTKIN lainnya?

Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori PTKIN, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTKIN berjumlah 58 yang terdiri dari 23 UIN, 30 IAIN, dan 5 STAIN.

Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127

https://share.google/Asa57899WquyYicxe

Unggul

25 Program Studi S1, 1 Program Studi Profesi, 7 Program Studi S2 dan 1 Program Studi S3.

12.084 Mahasiswa aktif (Genap 2025)

Keunggulan/Distingsi Perguruan Tinggi

Institut Agama Islam Negeri Kediri berada pada lingkungan sekolah dan juga pondok pesantren

Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa Baru
IAIN Kediri

 

https://sia.uinkediri.ac.id/spmb/ 

WhatsApp: 0856-1689-282

IG: @uinsw_kediri

Jam Buka Office

Senin – Kamis : 07.30 – 16.00 WIB

Jumat : 07.30 – 16.30 WIB