Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang berada di Sumatera Barat. UIN Bukittinggi diberi nama dari Syekh Muhammad Djamil Djambek, seorang ulama pelopor pembaruan Islam dari Sumatera Barat pada awal abad ke-20. Pada awalnya UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Bila melihat sejarah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maka tidak akan terlepas dari pembicaraan mengenai sejarah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, karena STAIN lahir dari adanya IAIN Imam Bonjol Padang. Dan bila berbicara tentang sejarah IAIN Imam Bonjol Padang maka tidak akan terlepas dari sejarah IAIN itu sendiri.
IAIN merupakan perwujudan dari gagasan dan hasrat umat Islam yang merupakan mayoritas bangsa Indonesia untuk mencetak kader pemimpin Islam bagi keperluan perjuangan bangsa Indonesia.
Gagasan tersebut sudah tumbuh sejak zaman penjajahan Belanda. Almarhum Dr. Satiman Wirjosandjojo berusaha mendirikan pesantren luhur sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Agama. Akan tetapi usaha itu belum berhasil karena hambatan dari pihak Belanda. Pada tahun 1940 Persatuan Guru Agama Islam (PGAI) di Padang mendirikan Sekolah Islam Tinggi (SIT), tapi hanya berjalan sampai tahun 1942 karena pendudukan Jepang di Indonesia. Di zaman pendudukan Jepang, usaha mendirikan perguruan tinggi Islam terus dilakukan, hingga akhirnya pemerintah Jepang menjanjikan kepada umat Islam Indonesia untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Agama di Jakarta kemudian beberapa tokoh Islam segera mendirikan satu yayasan yang diketuai oleh Muhammad Hatta dan sekretarisnya Muhammad Natsir.
Pada tanggal 8 Juli 1945 (27 Rajab 1364 H) yayasan tersebut mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI) berkedudukan di Jakarta dengan pimpinannya Abdul Kahar Mudzakkir.
Akibat pindahnya pusat pemerintahan RI ke Yogyakarta, setelah merdeka (tahun 1946), maka STI pun ikut pindah dan berganti nama menjadi Universitas Islam Indonesia.(UII) terhitung mulai tanggal 22 maret 1948, dan diadakan penambahan-penambahan fakultas baru. Sehingga UII mempunyai empat fakultas, yaitu: 1) Fakultas Agama, 2) Fakultas Hukum, 3) Fakultas Ekonomi dan 4) Fakultas Pendidikan. Fakultas agama UII kemudian ditingkatkan dan dinegerikan menjadi PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri), berdasarkan peraturan pemerintah No. 34 tahun 1950 dengan tujuan memberikan pengajaran tingkat tinggi (Islam) dan menjadi pusat pengembangan serta pendalaman ilmu pengetahuan agama Islam.
Pada Tahun 2014, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi sesuai dengan Keppres No. 181 Tahun 2014. Pada 8 Juni 2022, IAIN Bukittinggi telah beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sesuai dengan Perpres RI No.85 Tahun 2022.
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswa. Berikut beberapa di antaranya:
Asrama Mahasiswa (Ma’had al-Jami’ah): Disediakan untuk mahasiswa baru sebagai bagian dari program pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan pemahaman keagamaan. Mahasiswa yang diwajibkan tinggal di asrama harus memenuhi ketentuan dan syarat yang telah ditetapkan.
Perpustakaan: Menawarkan koleksi buku dan referensi yang lengkap untuk mendukung proses belajar-mengajar dan penelitian.
Laboratorium: Tersedia laboratorium untuk berbagai program studi, seperti laboratorium komputer, bahasa, dan sains, guna menunjang praktikum dan penelitian mahasiswa.
Fasilitas Olahraga: Kampus menyediakan sarana olahraga untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler dan menjaga kesehatan mahasiswa.
Pusat Kegiatan Mahasiswa: Menjadi tempat bagi berbagai organisasi kemahasiswaan untuk beraktivitas dan mengembangkan minat serta bakat.
Akses Internet: Disediakan jaringan internet kampus yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk keperluan akademik.
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menawarkan berbagai program beasiswa untuk mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan mereka. Berikut adalah beberapa beasiswa yang tersedia:
1. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah)
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk membantu biaya pendidikan. Informasi mengenai pendaftaran dan penerima beasiswa KIP Kuliah dapat diakses melalui situs resmi UIN Bukittinggi.
2. Beasiswa Bank Indonesia
Bank Indonesia menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di UIN Bukittinggi. Pengumuman terkait seleksi administrasi dan pendaftaran beasiswa ini diumumkan secara berkala di situs resmi universitas.
3. Beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumatera Barat
BAZNAS Sumatera Barat menawarkan beasiswa bagi mahasiswa UIN Bukittinggi yang memenuhi kriteria tertentu. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan pendaftaran dapat ditemukan di situs resmi universitas.
4. Beasiswa untuk Mahasiswa Asing
Sebagai bagian dari upaya internasionalisasi, UIN Bukittinggi menyediakan beasiswa bagi mahasiswa asing. Beasiswa ini mencakup biaya kuliah, akomodasi, tiket perjalanan satu arah, visa tahun pertama, dan izin tinggal terbatas.
Jenis organisasi kemahasiswaan di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mencerminkan beragam aktivitas dan peran mahasiswa dalam kehidupan kampus. Berikut adalah beberapa jenis organisasi kemahasiswaan yang ada:
1. Senat Mahasiswa (SEMA)
- Fungsi: Sebagai lembaga legislatif mahasiswa, berperan dalam pengawasan, penyusunan aturan, dan memberikan masukan kepada lembaga eksekutif mahasiswa.
- Keanggotaan: Diisi oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas atau program studi.
2. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA)
- Fungsi: Sebagai lembaga eksekutif mahasiswa, bertugas menjalankan program kerja yang mencakup bidang akademik, sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
- Keanggotaan: Dipilih melalui pemilihan umum mahasiswa atau penunjukan sesuai mekanisme kampus.
3. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
- Fungsi: Mengelola kegiatan yang terkait langsung dengan program studi tertentu, seperti seminar akademik, studi kasus, dan kompetisi ilmiah.
- Keanggotaan: Anggotanya adalah mahasiswa dari program studi yang bersangkutan.
4. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
- Fungsi: Menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang tertentu.
- Contoh UKM: Seni, olahraga, penalaran, jurnalistik, musik, dan kerohanian.
5. Unit Kegiatan Khusus (UKK)
- Fungsi: Sebagai organisasi dengan fokus kegiatan tertentu yang tidak terwadahi dalam UKM.
- Contoh: Pramuka, Palang Merah Mahasiswa, atau organisasi khusus lainnya.
6. Organisasi Sosial Kemasyarakatan
- Contoh: Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang didukung oleh Bank Indonesia untuk melaksanakan kegiatan sosial seperti kebersihan lingkungan dan edukasi masyarakat.
7. Kelompok Studi atau Riset
- Fungsi: Mendukung pengembangan kemampuan riset mahasiswa dengan fokus pada isu tertentu, seperti teknologi, sains, dan humaniora.
Organisasi-organisasi ini mencerminkan semangat partisipasi mahasiswa dalam berbagai aspek kehidupan kampus dan menjadi sarana untuk membangun kemampuan kepemimpinan, manajemen, serta kontribusi sosial.
Kehidupan di sekitar kampus UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ditandai dengan suasana akademik yang islami, kreatif, dan inspiratif.
Mahasiswa memiliki kesempatan untuk berprestasi hingga tingkat internasional, mencerminkan lingkungan yang mendukung pengembangan diri dan kompetensi global.
Aktivitas kemahasiswaan di kampus ini sangat beragam. Pada Januari 2024, Rektor UIN Bukittinggi melantik pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang mencakup Senat Mahasiswa, Dewan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Unit Kegiatan Khusus, dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Pelantikan ini menandai komitmen mahasiswa dalam membangun kehidupan kampus yang berkualitas, berloyalitas, dan berintegritas.
Berpikir untuk belajar di PTKIN lainnya?
Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori PTKIN, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTKIN berjumlah 58 yang terdiri dari 23 UIN, 30 IAIN, dan 5 STAIN.
Jl. Gurun Aua, Kubang Putiah, Kec. Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26181
Unggul
31 Prodi
XXXX orang (Gasal 2021)

Bergabung dengan UIN Bukittinggi dan kembangkan potensimu dengan mempelajari disiplin ilmu yang sesuai dengan minat dan rencana kariermu