Menu Close

Institut Agama Islam Negeri Pontianak

Kilas Sejarah

Berawal dari terbentuknya yayasan Sadar pada tahun 1965, yang diketuai oleh Bapak A. Muin Sanusi, Walikota Pontianak pada saat itu, kemudian diikuti dengan pembentukan Dewan Kurator yang diketuai oleh Brigjend Ryacudu, Pangdam XII Tanjungpura. Dalam yayasan dan dewan Kurator inilah ulama, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat Kalbar berkerjasama marajut asa dan mewujudkan cita-cita agar di daerah ini berdiri sebuah lembaga pendidikan tinggi agama Islam. Pada bulan Juli 1965, yayasan Sadar mendirikan Fakultas Tarbiyah di Pontianak. Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kelembagaan Fakultas Tarbiyah Pontianak tersebut, di awal 1969 berdasarkan dokumen kesepakatan antara yayasan Sadar Pembina Fakultas Tarbiyah Pontianak dengan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, telah dikirimkan 3 (tiga) orang dosen dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Drs. Ahmad Lujito (Ahli Ilmu Pendidikan), Drs. Mardiyo (Ahli Bahasa Arab) dan Drs. Moh. Ardani (Ahli Ilmu Agama). Setelah berjalan selama 4 (empat) tahun, Fakultas Tarbiyah Pontianak dinegerikan dengan berdasarkan pada Surat Keputusan (SK) Menteri Agama No. 26 Tahun 1969 sebagai cabang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ditandatangani oleh Moh. Dahlan selaku Menteri Agama RI pada saat itu. Pada tanggal 1 Desember 1975, Menteri Agama RI mengeluarkan sebuah SK tentang Pembentukan Dewan Kurator Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Pontianak. Setelah berjalan 8 (delapan) tahun, dengan adanya perkembangan dan peningkatan kelembagaan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka Institut Fakultas cabang Pontianak tidak lagi dipergunakan lagi dan berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak, berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor 65 tahun 1982. Selain dari pada itu, bentuk awal Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak dengan status Fakultas Muda yang hanya dapat menghasilkan Sarjana Muda (BA), kemudian berkembang menjadi Fakultas madya pada tahun 1982 berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor 69 Tahun 1982. Ini berarti sejak tahun 1982 lembaga ini sudah memiliki kewenangan untuk menghasilkan sarjana penuh (Drs/Dra). Lima belas tahun kemudian, melalui Keputusan Presiden No. 11 tanggal 21 Maret 1997, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.,Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak, bersama-sama dengan 32 Fakultas jauh IAIN di seluruh Indonesia, berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Sejak itu pula, istilah Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak. Dengan demikian, STAIN Pontianak beserta STAIN lainnya memperoleh kesempatan untuk mandiri, tidak lagi merujuk kepada IAIN induk. Independensi yang menjadi konsekuensi dari perubahan bentuk di atas disambut oleh STAIN Pontianak dengan berbagai kegiatan penataan diri. Penataan infra-struktur dan supra-struktur semacam ini membutuhkan proses waktu, oleh karena itu, sejak awal STAIN Pontianak sudah menggariskan prinsip dinamisme dan fleksibelitas dalam pengelolaan kelembagaannya. Maksud dari menggariskan prinsip ini adalah agar program-program yang dikelola bersifat adaptif, progresif, dan yang tak kalah pentingnya adalah market oriented. Selanjutnya, Program Pascasarjana (PPs) STAIN Pontianak mulai diresmikan pada tahun 2011 dengan Surat Keputusan Kementerian Agama RI tentang pembukaan program Pascasarjana, khususnya untuk program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Keputusan Dirjend. Pendidikan Islam Nomor Dj.I/806/2010. Pada tahun 2013 STAIN Pontianak membuat sejarah baru dengan perubahan statusnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. perjalanan STAIN Pontianak menjadi IAIN Pontianak begitu panjang, dengan adanya dukungan dari Walikota Pontianak, Sutarmidji, SH.,M.Hum., Visitasi hingga audiensi Forum Pimpinan PTAIN se-Indonesia dengan Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudoyono, pada tanggal 23 Juli 2013 di Istana Negara mempermudah jalan tersebut. Forum Pimpinan PTAIN se-Indonesia mendesak agar Presiden RI segera menyetujui peningkatan status PTAIN dari STAIN menjadi IAIN, yaitu IAIN Tulung Agung, IAIN Palu, IAIN Padangsidempuan, IAIN Pontianak, dan IAIN Ternate, dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono, Nomor 53 Tahun 2013 pada tanggal 30 Juli 2013 tentang Perubahan STAIN Pontianak menjadi IAIN Pontianak hingga saat ini.

Visi & Misi

Visi IAIN Pontianak: Ulung dan terbuka dalam kajian dan riset keilmuan, keislaman, serta kebudayaan Kalimantan

Misi IAIN Pontianak:
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang ulung dalam kajian ilmiah, keislaman dan kebudayaan Kalimantan;
2. Membentuk akademisi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi bangsa dan kemanusiaan;
3. kajian keilmuan, Keislaman, dan kebudayaan borneo dengan dasar riset;
4. peningkatan peran pengabdian dalam upaya menyelesaikan masalah kemasyarakatan;
5. Memperkuat dan memperluas jaringan kerjasama dalam upaya mengembangkan dan menemukan temuan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni keagamaan Islam Borneo.

Profil

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak telah mendapatkan Akreditasi Institusi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2018 berdasarkan Nomor: 416/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018.
IAIN Pontianak memiliki total 8.569 mahasiswa dalam 18 Program Studi S1.

IAIN Pontianak memberikan beasiswa kepada mahasiswa melalui berbagai jalur dan sumber pembiayaan yang berasal dari DIPA IAIN Pontianak sendiri, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun lembaga mitra.

Memberikan layanan terbaik adalah kebanggaan IAIN Pontianak, demi mencetak lulusan yang ulung dan terbuka. Mahasiswa akan mendapatkan berbagai kemudahan dan fasilitas karena IAIN Pontianak berlokasi di pusat kota yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat.

IAIN Pontianak memiliki beragam fasilitas pendukung yang memastikan seluruh civitas academica, para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Fasilitas-fasilitas pendukung ini dapat diakses oleh mahasiswa, alumni, serta masyarakat umum di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Gedung Perkuliahan
IAIN Pontianak sudah menyediakan Gedung Perkuliahan untuk masing-masing Fakultas. Setiap Gedung sudah disediakan fasilitas yang memadai seperti ruang kelas yang luas, AC, Proyektor, whiteboard dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.

Gedung BIRO AUAK
Didalam gedung ini terdapat Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), mahasiswa akan mendapatkan pelayanan seputar Akademik, Keuangan dan Umum.

Perpustakaan
Perpustakaan IAIN Pontianak telah terakreditasi B dan memiliki lebih dari 17.600 koleksi referensi buku, jurnal, koleksi digital, hingga seri majalah dan surat kabar yang akan terus bertambah.
Laman web: https://perpus.iainptk.ac.id/

Masjid
Masjid Syekh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak merupakan tempat ibadah sekaligus tempat berlangsungnya berbagai kegiatan keagaman. Memiliki 2 lantai dengan desain unik dan terbuka, membuat sirkulasi udara berhembus dengan lancar.

Auditorium
Auditorium Syekh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak terletak di bagian bawah Masjid, dapat memuat hingga 500 orang.

Ma’had Al-Jami’ah
Ma’had Al-Jami’ah IAIN Pontianak adalah pondok pesantren moderen yang didirikan di dalam area kampus dan khusus untuk mahasantri baru yang berkuliah di IAIN Pontianak.

Gelanggang Olahraga
GOR IAIN Pontianak telah banyak digunakan sebagai lokasi terselenggaranya berbagai event olahraga nasional bahkan internasional. Anda bisa bermain tenis, voli, dan beragam olahraga lainnya secara indoor dengan nyaman di sini.

Gedung Futsal
Selain GOR, IAIN Pontianak memiliki Gedung Futsal sendiri. Tidak ada pungutan biaya bagi mahasiswa IAIN Pontianak untuk menggunakan fasilitas ini.

Taman
IAIN Pontianak memiliki beberapa taman yang dapat digunakan mahasiswa dalam berbagai aktivitas. sekitar taman terdapat tempat duduk permanan, serta pepohonan. Membuat teduh dan nyaman untuk digunakan.

Kantin
Tak perlu khawatir, di IAIN Pontianak sudah ada kantin yang bisa dinikmati oleh mahasiswa. Lokasinya berada di dalam ruang lingkup IAIN Pontianak

Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang terdapat di IAIN Pontianak terdiri dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta Club.

SEMA DAN DEMA
SEMA IAIN PONTIANAK
DEMA IAIN PONTIANAK
SEMA FASYA
SEMA FEBI
SEMA FTIK
SEMA FUAD
DEMA FASYA
DEMA FEBI
DEMA FTIK
DEMA FUAD

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Marching Band – Genta Swara Khatulistiwa
Ldk As-Salam
Olahraga
Ray Science Band
Lpm Warta Iain
Resimen Mahasiswa
Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Enggang

Unit Kegiatan Khusus (UKK)
KSR PMI
PRAMUKA
Komunitas Santri

Club
Club Bahasa Arab
Club Bahasa Inggris
Club Hafidz Al-Quran
Club Menulis
Club Riset
Club Spiritualis

IAIN Pontianak dikelilingi berbagai fasilitas seperti Perpustakaan Daerah, kos, Rumah Sakit, Hotel, Pelabuhan, Bandara, Pusat Perbelanjaan, pusat hiburan, taman, dan masih banyak lagi fasilitas yang dapat digunakan dan dinikmati.

Berpikir untuk belajar di PTKIN lainnya?

Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori PTKIN, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTKIN berjumlah 58 yang terdiri dari 23 UIN, 30 IAIN, dan 5 STAIN.

Jl. Letjend Suprapto No.14, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243

https://goo.gl/maps/ZmCviZnk6Ze77LdW7

IAIN Pontianak saat ini terakreditasi B

18 Prodi

8569 orang (Gasal 2021)

Keunggulan/Distingsi Perguruan Tinggi

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak merupakan kampus Islam Negeri pertama dan satu-satunya di Kalimantan barat. Memiliki berbagai fasilitas penunjang dalam pembelajaran.

Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa Baru
IAIN Pontianak

https://akademik.iainptk.ac.id/

089685362876 (WA Chat)

Senin – Kamis 08.00 – 16.00 WIB
Jum’at 08.00 – 16.30 WIB