Menu Close

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Secara historis, bermula dari kesadaran para tokoh masyarakat dan ulama’ Tulungagung akan arti penting pendidikan tinggi Islam, maka dihimpunlah para tokoh masyarakat, ulama’ dan para sarjana yang peduli terhadap pembinaan umat, di antaranya adalah:

  1. Arief Mustaqiem DA., (Tulungagung, almarhum)
  2. Drs. Ali Mahfud Mashuri (Semarang Jawa Tengah)
  3. Drs. Abdul Fatah Ghozali (Bandung Jawa Barat, almarhum)
  4. Soetahar, MA. (Tulungagung, almarhum)
  5. Hj. Sunsufi Arief, BA. (Isteri KH. Arief Mustaqiem DA., Tulungagung, almarhum)
  6. Drs. Murtadho (Tulungagung, almarhum)
  7. Drs. Subari Hasan (almarhum)
  8. Drs. Nurul Hadi(almarhum)
  9. Masrifah, B.Sc.
  10. H. Mahmud, BA.
  11. Drs. Habib (almarhum)

Dari hasil pertemuan tersebut, maka dirintislah yayasan yang bertugas membentuk Sekolah Persiapan (SP) dengan nama Yayasan Islam Sunan Rahmat. Pada tahun 1966 berdirilah SP IAI Singoleksono, yang bertempat di Pondok Haji Yamani Kampungdalem Tulungagung bersama dengan Madrasah Mu’alimat dan berjalan sampai dengan 1968 (2 tahun). Kepala SP IAI Singoleksono adalah  KH. Arief Mustaqiem.

Setelah SP Singoleksono berdiri, maka Yayasan Islam Sunan Rahmat yang diketuai Bapak K.H. Arief Mustaqiem dengan didukung tenaga pengajar SP Singoleksono dan para tokoh masyarakat dan ulama’ Tulungagung berinisiatif mendirikan Perguruan Tinggi Islam (SP IAIN dan Fakultas Tarbiyah IAIN) sebagai kelanjutan dari SP Singoleksono. Para tokoh tersebut di antaranya:

KH. Arief Mustaqiem DA., (Tulungagung, Almarhum)

2.   Drs. Abdul Fatah Ghozali (Bandung Jawa Barat, Almarhum)

3.   Drs. Ali Mahfud Mashuri (Semarang Jawa Tengah)

4.   Drs. Murtadho (Tulungagung)

5.   Soetahar, MA. (Tulungagung)

6.   Muharri Ridwan, L.Ph. (Kandangan Pare Kediri, Almarhum)

7.   Drs. Subari Hasan (Sendang, Tulungagung, Almarhum)

8.   Drs. Nurul Hadi (Tawangsari, Tulungagung, Almarhum)

9.   Drs. Habib (Tulungagung, Almarhum)


Selain nama-nama pendiri di atas, para pendiri yangterlibat dalam pendirian SP IAI Singoleksono memberikan kontribusi yang signifikan terhadap berdirinya IAIN. Orang-orang tersebut adalah KH. Oesman Mansur (Malang) dan Bukhori, L.AS. (Malang).

 

Pada 1968, bertepatan dengan diberikannya kewenangan dari IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk membuka fakultas daerah (di luar induk), usaha para pendiri membuahkan hasil dengan disetujuinya pendirian perguruan tinggi negeri setingkat fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung yang diresmikan bersama-sama SP IAIN (dari SP Singoleksono) pada hari Jum’at tanggal 1 Jumadil akhir 1388 H. bertepatan dengan 26 Juli 1968 M. oleh Menteri Agama RI. KH. Achmad Dahlan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama  tertanggal 17 Juli 1968 (kemudian hari ditetapkan sebagai hari ulang tahun atau dies natalis UIN SATU Tulungagung). Sehingga IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung berdiri sebagai kelanjutan dari SP IAIN.

 

Setelah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung dan setelah mendapatkan ijin dari Pemerintah Daerah Panglima Penguasa Perang (sekarang KODIM) dan Kapolres, letak kampus pindah ke Gedung Chung Wa Chung Wi bersama-sama dengan SP IAIN (lalu menjadi MAN), STM Negeri Tulungagung, PG SLP Tulungagung dan SMA Kartini Tulungagung dengan menempati tanah areal ± 1 Ha. di jalan Bakung (sekarang Jl. KH. Agus Salim). Pada tahun 1986 Gedung Chung Wa Chung Wi diambil alih oleh Pemerintah Daerah Tk. II Tulungagung yang sekarang menjadi pusat pertokoan Belga. Sedangkan semua lembaga pendidikan yang menempati areal tersebut dipindahkan ke tempat lain termasuk Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Tulungagung. Pada tahun 1982-1984 Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel telah memiliki tanah dan gedung sendiri di Jalan Mayor Sujadi Timur No. 46 Plosokandang Tulungagung, sehingga pada tahun 1986 seluruh kegiatan perkuliahan dipindahkan dari kampus Jalan Agus Salim ke kampus Jalan Mayor Sujadi Timur Plosokandang sampai sekarang.

 

Mengingat lokasi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Tulungagung bukan milik sendiri, maka pada pertengahan tahun 1970 para pengelola telah mendapatkan lokasi yang strategis untuk mengembangkan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Tulungagung yaitu tepatnya di wilayah Beji seluas 5.4 Ha. (sekarang menjadi komplek perumahan Telkom), akan tetapi karena ada persoalan administratif yang belum terpenuhi, sedangkan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Tulungagung harus segera berbenah dan mengembangkan diri, maka pada tahun 1982 para pengelola mempertimbangkan lokasi baru dan dipilihlah tanah di Jalan Mayor Sujadi Timur tepatnya di Desa Plosokandang Kec. Kedungwaru Kabupaten Tulungagung sebagai tempat pengembangan kampus. Pertimbangan utama menentukan lokasi di Desa Plosokandang ini karena berada pada jalur strategis (jalan utama Tulungagung-Blitar-Malang). Tanah seluas ± 1 Ha ini merupakan tanah hasil pembelian seharga Rp. 31 juta dari APBN tahun 1982-1983.

Visi & Misi

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempunyai visi “terbentuknya masyarakat akademik yang berlandaskan prinsip ilmu pengetahuan, berakhlak karimah, berbudaya, dan berjiwa Islam rahmatan lil’alamin”.

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempunyai misi:

  1. membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan pemikir yang kritis, kreatif, dan inovatif;
  2. mencetak pemimpin bangsa yang memiliki karakter religiusitas, kebangsaan, dan kewirausahaan;
  3. memperkokoh landasan pengembangan keilmuan untuk transformasi sosial budaya;
  4. menjadikan kampus sebagai lembaga yang menjunjung tinggi dan mengembangkan moralitas individu dan publik;
  5. membangun kapasitas lembaga sebagai basis pengembangan kapasitas dan pembangunan karakter;
  6. menguatkan posisi kampus sebagai pengembang masyarakat yang berbasis nilai toleransi dan moderasi;

membentuk masyarakat kampus sebagai agen perubahan sosial.

Profil

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU Tulungagung) merupakan bentuk pengembangan dan peningkatan serta pemantapan status dari Institut Agama Islam Negeri Tulungagung (IAIN Tulungagung. Adapun sebelumnya IAIN Tulungagung juga merupakan perubahan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung (STAIN Tulungagung) yang dulunya adalah Fakultas cabang IAIN Sunan Ampel yang berada di luar induknya, yang tersebar di berbagai daerah, menjadi perguruan tinggi yang mandiri.

Dari status sebagai STAIN Tulungagung yang menjadi tonggak awal kemandiriannya, STAIN Tulungagung diharapkan akan mempunyai peran yang semakin penting dan mantap dalam meningkatkan kecerdasan, harkat dan martabat bangsa, dengan menghasilkan tenaga ahli/sarjana Islam yang memiliki wawasan yang luas dan terbuka, kemampuan berfikir integratif dan perspektif yang memiliki kemampuan manajerial dan profesionalisme sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dalam era globalisasi yang kini berkembang menjadi era disrupsi pada dekade 2010-an.

  • Ma’had Al-Jami’ah
  • Laboratorium IPA
  • Pengadilan Semu
  • Mini Bank
  • Laboratorium Musik
  • Free Wi-Fi 24 jam
  • Laboratorium KPI
  • BI Corner
  • Perpustakaan
  • Laboratorium Komputer
  • Laboratorium Micro Teaching
  • Radio Kampus
  • Studio Musik
  • International Office

Beasiswa Peningkatan Prestasi dan Akademik, Beasiswa Tahfizh Al-Qur’an, Beasiswa Kerja, Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) dari Bank Indonesia. Beasiswa Mitra.

Organisasi kemahasiswaan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terdiri dari Senat Mahasiswa, Dewan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Khusus. Adapun organisasi kemahasiswaan tersebut antara lain:

  1. Senat Mahasiswa;
  2. Dewan Eksekutif Mahasiswa;
  3. Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa Sekar Kusir;
  4. Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Pro-Test;
  5. Unit Kegiatan Mahasiswa Bakat Minat;
  6. Unit Kegiatan Mahasiswa Geronimo;
  7. Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Setia Hati Terate;
  8. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Himalaya;
  9. Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Dimensi;
  10. Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Pagar Nusa;
  11. Unit Kegiatan Khusus Pramuka;
  12. Unit Kegiatan Khusus Resimen Mahasiswa 869 Surya Cakti;
  13. Unit Kegiatan Khusus Korps Sukarela Palang Merah Indonesia;
  14. Unit Kegiatan Khusus Koperasi Mahasiswa Al-Kautsar;
  15. Unit Kegiatan Mahasiswa Radio Kampus Genius FM;
  16. Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Basket;
  17. Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Derap Swara Sangkakala; dan

Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa SATU Voice;

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terletak di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Kawasan tersebut berada di pinggiran pusat kota Tulungagung yang masih terasa suasana masyarakat pedesaannya. Penduduknya mayoritas beragama Islam serta terdapat beberapa pondok pesantren kecil sehingga kehidupan keberagamaannya juga cukup nampak. Adapun mengenai kehidupan perekonomian di kawasan ini masih dalam kapasitas pedesaan di mana harga pangan bisa dikatakan cukup murah sehingga biaya hidup sehari-hari tidak terlalu mahal.

Berpikir untuk belajar di PTKIN lainnya?

Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori PTKIN, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTKIN berjumlah 58 yang terdiri dari 23 UIN, 30 IAIN, dan 5 STAIN.

Jl. Mayor Sujadi No.46, Kudusan, Plosokandang, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66221

https://g.page/iainta?share

Unggul

34 Program Studi

25.198 orang

Bergabung dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan kembangkan potensimu dengan mempelajari disiplin ilmu yang sesuai dengan minat dan rencana kariermu

Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa Baru
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

https://uinsatu.ac.id/

Kontak/Helpdesk/ No Telepon PTKIN
082231820660