Menu Close

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Dari sejarahnya, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung telah mengarungi perjalanan sejarah yang cukup panjang. Sebelum menjadi UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, kampus ini mengalami berbagai proses dan metamorfosis dalam penjalanannya.

Embrio UIN SATU Tulungagung bermula dari kesadaran  para ulama’ bersama tokoh masyarakat Tulungagung akan kehadiran pendidikan tinggi Islam. Kajian mendalam pun dilakukan. Ulama dan tokoh masyarakat itu di antaranya KH. Arief Mustaqiem DA., (Tulungagung), Drs. Ali Mahfud Mashuri (Semarang), Drs. Abdul Fatah Ghozali (Bandung, Jawa Barat), Soetahar, MA. (Tulungagung), Ibu Hj. Sunsufi Arief, BA. (Tulungagung), Drs. Nurul Hadi (Tulungagung), Ibu Siti Masrifah, B.Sc. (Tulungagung), Bapak H. Mahmud, BA. (Tulungagung), dan Drs. Habib (Tulungagung). Kajian itu menghasilkan keputusan pendirian Yayasan Islam Sunan Rachmat. Yayasan ini bertugas membentuk Sekolah Persiapan (SP). Maka, pada tahun 1966 berdirilah SP IAI Singoleksono dengan Kepala K.H. Arief Mustaqiem DA, bertempat di Pondok H. Yamani Kampungdalem Tulungagung. Sekolah Persiapan ini berjalan selama dua tahun, sampai dengan tahun 1968.

Setelah SP Singoleksono berdiri, Yayasan Islam Sunan Rachmat didukung tenaga pengajar SP Singoleksono, para ulama’ dan tokoh masyarakat Tulungagung berinisiatif mendirikan SP IAIN dan Fakultas Tarbiyah IAIN sebagai kelanjutan dari SP Singoleksono. Selain nama-nama di atas, kontribusi signifikan juga diberikan oleh beberapa tokoh di antaranya K.H. Oesman Mansur (Malang) dan Bukhori, L.AS. (Malang).

Pada 17 Juli 1968 Menteri Agama RI, K.H. Achmad Dahlan menetapkan berdirinya Cabang Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel dengan program Sarjana Muda (BA) yang diresmikan bersama SP IAIN (dari SP Singoleksono).

Untuk melengkapi sarana prasarana, Pemerintah Daerah, Panglima Penguasa Perang (sekarang KODIM) dan Kapolres, memberi izin pemindahan kampus. Semula di Pondok Bapak Haji Yamani Kampungdalem pindah ke Gedung Chung Wa Chung Wi. Gedung tersebut berlokasi di Jalan Bakung (sekarang Jl. KH. Agus Salim).

Pada tahun 1985 Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung kembali mengalami perubahan.  Pada tahun ini, berubah menjadi Fakultas Tarbiyah Tulungagung IAIN Sunan Ampel. Status ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 33 Tahun 1985. Dengan status ini, maka dimulailah penyelenggaraan program S-1. Pasca itu, lokasi kampus juga berpindah. Semula di Gedung Chung Wa Chung Wi pindah ke  Jalan Mayor Sujadi Timur Plosokandang Tulungagung.

Pada tahun 1997, Pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengubah status seluruh Fakultas di daerah yang berada di bawah IAIN. Fakultas di daerah tersebut berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Dengan kebijakan ini, Fakultas Tarbiyah Tulungagung IAIN Sunan Ampel berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung.

Perubahan ini mendorong kemandirian dan memberi ruang pengembangan institusi yang lebih luas. Pasca menjadi STAIN inilah, program Pascasarjana diselenggarakan.

Sejak kelahiran STAIN, mulai tumbuh cita-cita untuk merencanakan pengembangan agar menjadi IAIN. Mulai saat itu upaya-upaya sistemik dan terstruktur dilakukan. Setiap periode kepemimpinan berupaya melakukan persiapan menuju perubahan status menjadi IAIN Tulungagung. Usaha ini dapat dilihat hasilnya pada akhir tahun 2013, ketika STAIN Tulungagung secara resmi beralih status menjadi IAIN Tulungagung berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2013.

Bersamaan dengan acara peresmian alih status itu, diresmikan pula empat fakultas; 1). Syariah dan Ilmu Hukum; 2). Tarbiyah dan Ilmu Keguruan; 3). Ushuluddin, Adab dan Dakwah; 4). Ekonomi dan Bisnis Islam. Pada acara itu pula, Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag dilantik oleh Menteri Agama RI, Dr. H. Suryadharma Ali, M.Si.

Sejak beralih status menjadi IAIN Tulungagung berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2013, keluarga besar IAIN Tulungagung tak lantas berhenti dalam upaya pengembangan kampus ini, menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) kemudian menjadi cita-cita besar untuk membuka peluang yang lebih lebar dalam rangka memajukan lembaga ini. Karena dengan status UIN tentu banyak hal yang bisa dilakukan termasuk membuka beberapa jurusan terutama jurusan umum.

Setelah melalui berbagai proses panjang akhirnya pada 11 Mei 2021 Presiden Joko Widodo menandatangani Perpres No. 40 Tahun 2021 yang menandai alih status IAIN Tulungagung menjadi Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Dengan alih status ini maka telah terbuka lebar kesempatan untuk berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang lebih besar serta memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia di nusantara ini.

Visi & Misi

Visi:

Menjadi perguruan tinggi yang transformatif, inovatif, kompetitif, dan unggul berjiwa Islam rahmatan lil’alamin.

Misi:

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempunyai misi:

  1. Menyelenggarakan sistem pendidikan yang mampu melahirkan pemikir yang kritis, kreatif, inovatif, berakhlakul karimah, dan religius;
  2. Mengembangkan dan menerapkan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian secara inovatif berbasis pada teknologi hijau;
  3. Mengembangkan pendidikan tinggi yang kompetitif, transformatif, dan unggul dalam kapasitas dan tata kelola;
  4. Meningkatkan sistem pendidikan yang memadai untuk kepentingan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berwawasan inklusif dan partisipatif;
  5. Mengembangkan kemitraan dengan pemerintah, industri, organisasi sosial kemasyarakatan, dan komunitas lokal baik berskala nasional atau internasional;
  6. Mengembangkan program penguatan kapasitas bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan agar mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbarukan serta penguatan moderasi beragama; dan
  7. Menghasilkan lulusan yang menjawab kebutuhan industri, pasar kerja, dan penciptaan lapangan kerja.

Profil

UIN Sayyid Ali Rahmatulah Tulungagung mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasaran Surat Keputusan BAN-PT Nomor 1758/SK/BAN-PT/Ak/PT/IX/2024 pada tanggal 10 September 2024.

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung bertujuan menghasilkan alumni yang profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, serta memiliki kontribusi dalam mengembangkan dan memberdayakan masyarakat menuju tatanan masyarakat yang maju, demokratis dan berkeadilan.

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memiliki program studi sejumlah 35 program studi S-1, 12 program studi S-2, dan 2 program studi S-3. Dari jumlah program studi tersebut sejumlah 20 di antaranya terakreditasi Unggul.

Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik itu pemerintah maupun swasta, termasuk juga dengan lembaga luar negeri, UIN Sayyid Ali Rahmatullah terus meningkatkan kapasitasnya untu menjadi kampus yang tidak hanya bereputasi nasional namun juga internasional.

Selain itu kampus ini juga memiliki komitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang inklusif sehingga juga memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung dan belajar, termasuk para penyandang different ability (difabel). Bahkan dalam hal ini, kampus ini telah menjalin kerjasama dengan sebuah perguruan tinggi dari luar negeri.

  • Fasilitas kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam rangka memberikan dukungan terhadap proses belajar mengajar sekaligus pengembangan potensi mahasiswa antara lain:

    • Ma’had Al-Jami’ah
    • Laboratorium IPA
    • Pengadilan Semu
    • Mini Bank
    • Laboratorium Musik
    • Free Wi-Fi 24 jam
    • Laboratorium KPI
    • BI Corner
    • Perpustakaan
    • Laboratorium Komputer
    • Laboratorium Micro Teaching
    • Radio Kampus
    • Studio Musik
    • International Office
    • Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD)
    • Pusat Pengembangan Karir
    • Laboratorium Agama
    • Laboratorium Terpadu
    • Auditorium

Beasiswa yang ada di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung adalah: Beasiswa Peningkatan Prestasi dan Akademik, Beasiswa Tahfizh Al-Qur’an, Beasiswa Kerja, Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) dari Bank Indonesia. Beasiswa Mitra.

Organisasi kemahasiswaan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terdiri dari Senat Mahasiswa, Dewan Eksekutif Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Khusus. Adapun organisasi kemahasiswaan tersebut antara lain:

  • Senat Mahasiswa;
  • Dewan Eksekutif Mahasiswa;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa Sekar Kusir;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Pro-Test;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Bakat Minat;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Geronimo;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Setia Hati Terate;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Himalaya;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Dimensi;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Pagar Nusa;
  • Unit Kegiatan Khusus Pramuka;
  • Unit Kegiatan Khusus Resimen Mahasiswa 869 Surya Cakti;
  • Unit Kegiatan Khusus Korps Sukarela Palang Merah Indonesia;
  • Unit Kegiatan Khusus Koperasi Mahasiswa Al-Kautsar;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Radio Kampus Genius FM;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Basket;
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Derap Swara Sangkakala; dan
  • Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa SATU Voice;

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terletak di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Kawasan tersebut berada di pinggiran pusat kota Tulungagung yang masih terasa suasana masyarakat pedesaannya. Penduduknya mayoritas beragama Islam serta terdapat beberapa pondok pesantren kecil sehingga kehidupan keberagamaannya juga cukup nampak. Adapun mengenai kehidupan perekonomian di kawasan ini masih dalam kapasitas pedesaan di mana harga pangan bisa dikatakan cukup murah sehingga biaya hidup sehari-hari tidak terlalu mahal.

Meski berada di daerah pinggiran, namun akses akan transportasi untuk mencapai kampus ini tidak terlalu sulit, jika naik angkutan Bus ada Terminal Gayatri yang menjadi titik pertemuan 3 jalur yang terhubung dari utara arah Surabaya, dari timur arah Malang, dan barat dari arah Ponorogo. Dengan moda transportasi kereta api terdapat dua stasiun terdekat yakni Stasiun Kota Tulungagung dan Stasiun Sumbergempol.

Berpikir untuk belajar di PTKIN lainnya?

Ada tiga jenis perguruan tinggi yang termasuk ke dalam kategori PTKIN, yaitu Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Saat ini PTKIN berjumlah 58 yang terdiri dari 23 UIN, 30 IAIN, dan 5 STAIN.

Jl. Mayor Sujadi Timur No. 46 Plosokandang, Kedungwaru Tulungagung, Jawa Timur. Website: uinsatu.ac.id.

Gmaps: https://maps.app.goo.gl/XLvED96KNmgmR8h96.

Unggul

35 Programs Studi S-1, 12 Program Studi S-2, dan 2 Program Studi S-3.

23.206 mahasiswa (Genap 2024)

Bergabung dengan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan kembangkan potensimu dengan mempelajari disiplin ilmu yang sesuai dengan minat dan rencana kariermu

Panitia Lokal Penerimaan Mahasiswa Baru
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

admisi.uinsatu.ac.id/

Kontak/Helpdesk/ No Telepon PTKIN
WA : +6282231820660

Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB